0 Comments

Semarang, 25–26 Juni 2026 – Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang bekerja sama dengan Institute for Research Excellence in Learning Sciences (IRELS), National Taiwan Normal University (NTNU), Taiwan, sukses menyelenggarakan EDUFUTURE 2026: International Collaborative Workshop on AISI for Preservice Teachers secara daring melalui Zoom Meeting pada tanggal 25–26 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 125 peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, dan guru dari berbagai perguruan tinggi serta institusi pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.

Workshop internasional ini menjadi wadah kolaborasi akademik antara UIN Walisongo Semarang dan NTNU dalam memperkuat kompetensi pendidik menghadapi transformasi pendidikan di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Melalui pendekatan Artificial Intelligence Supported Instruction (AISI), peserta memperoleh wawasan konseptual sekaligus pengalaman praktis mengenai pemanfaatan AI secara bertanggung jawab dalam proses pembelajaran.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi calon guru dalam menghadapi era digital. Beliau juga mengapresiasi terjalinnya kerja sama antara Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang dengan Institute for Research Excellence in Learning Sciences (IRELS), National Taiwan Normal University (NTNU), yang diharapkan menjadi awal dari berbagai kolaborasi riset, pengembangan kurikulum, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan berbasis AI.

Selanjutnya, Prof. Chun-Yen Chang, Ph.D., selaku Principal Investigator IRELS sekaligus akademisi National Taiwan Normal University, menyampaikan sambutan yang menggarisbawahi pentingnya sinergi global dalam mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis Artificial Intelligence. Belia juga menyampaikan harapannya agar kemitraan antara NTNU dan UIN Walisongo dapat terus berkembang melalui berbagai program bersama, seperti penelitian kolaboratif, pertukaran akademik, publikasi internasional, dan pengembangan inovasi pembelajaran berbasis AI yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia maupun di tingkat global

Sebelum memasuki sesi utama, seluruh peserta mengikuti baseline survey (pre-test) sebagai bagian dari evaluasi untuk mengukur pemahaman awal peserta mengenai penerapan AI dalam dunia pendidikan.

Pada sesi keynote pertama, Bakhrul Rizky Kurniawan, S.Pd., M.Pd. dari National Taiwan Normal University menyampaikan materi bertajuk “Preparing Prospective Teachers in the AI Era: Integrating AISI in Learning.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa perkembangan AI menuntut calon guru tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu mengintegrasikan AI ke dalam pembelajaran secara pedagogis. Materi ini membahas konsep dasar AISI, strategi implementasi AI dalam proses pembelajaran, serta kompetensi yang perlu dimiliki guru masa depan agar mampu menciptakan pengalaman belajar yang adaptif, personal, dan inovatif.

Sesi berikutnya menghadirkan Teguh Wibowo, M.Pd. dari UIN Walisongo Semarang dengan topik “Ethics & Unity of Sciences in AI Era.” Materi ini mengangkat pentingnya penggunaan Artificial Intelligence secara etis dalam dunia pendidikan. Selain membahas berbagai isu etika seperti integritas akademik, keamanan data, dan tanggung jawab penggunaan AI, sesi ini juga menekankan konsep Unity of Sciences sebagai karakteristik keilmuan UIN Walisongo, yaitu integrasi antara ilmu pengetahuan modern, nilai-nilai keislaman, dan kemanusiaan dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Memasuki sesi praktik, peserta mengikuti Hands-on Workshop berupa Focus Group Discussion (FGD): Exploring Generative AI Tools (AISI) for Educational Literature. Pada sesi yang dipandu oleh Bakhrul Rizky Kurniawan, S.Pd., M.Pd., peserta dibagi ke dalam kelompok sesuai bidang keilmuan masing-masing untuk mengeksplorasi berbagai perangkat Generative AI dalam mendukung pencarian literatur, penyusunan bahan ajar, pengembangan perangkat pembelajaran, hingga penyusunan karya ilmiah. Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi kelompok dan praktik langsung menggunakan berbagai platform AI pendidikan.

Hari pertama ditutup dengan sesi Reflection and Assignment, di mana peserta melakukan refleksi terhadap materi yang telah dipelajari sekaligus menerima tugas mandiri berbasis AISI yang akan menjadi salah satu syarat memperoleh sertifikat kegiatan.

Pada hari kedua, workshop menghadirkan keynote speaker Jajang Muhariyansah, S.Pd., M.Pd. dari National Taiwan Normal University dengan materi “The Importance of AI in Modern Learning: Strategic Opportunities and Challenges.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa Artificial Intelligence telah menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan modern. AI membuka peluang besar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui personalisasi, otomatisasi, dan analisis data pembelajaran. Namun demikian, implementasi AI juga menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, literasi digital, keamanan informasi, hingga pentingnya menjaga kemampuan berpikir kritis dan kreativitas peserta didik agar tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi.

Sebagai bagian dari evaluasi akhir, peserta mengikuti post-test (final survey) untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti seluruh rangkaian workshop. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar pengembangan program pelatihan serupa pada masa mendatang. Acara kemudian ditutup secara resmi dengan penyampaian apresiasi kepada seluruh narasumber dan peserta. Panitia juga menginformasikan bahwa e-sertifikat diberikan kepada peserta yang mengikuti kegiatan secara penuh serta menyelesaikan seluruh tugas yang diberikan.

Melalui penyelenggaraan EDUFUTURE 2026, UIN Walisongo Semarang dan National Taiwan Normal University kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun jejaring kolaborasi internasional di bidang pendidikan. Workshop ini diharapkan mampu meningkatkan literasi Artificial Intelligence di kalangan dosen, mahasiswa, dan guru Indonesia sekaligus mempersiapkan calon pendidik yang adaptif, inovatif, beretika, dan siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.


Humas
Pendidikan Kimia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts