0 Comments

Malaysia, 7 Agustus 2026 – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang terus memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik internasional. Salah satu implementasinya diwujudkan melalui kegiatan Guest Lecture bersama Universiti Teknologi Malaysia (UTM) yang diselenggarakan di Faculty of Educational Sciences and Technology (FEST), UTM, pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, dosen Jurusan Kimia FST UIN Walisongo Semarang, Dr. Mohammad Agus Prayitno, M.Pd., hadir sebagai narasumber dengan membawakan topik “Team-based Science, Environment, Technology, Society, and Entrepreneurship (TSE) Model: Fostering 21st Century Competences.”

Kegiatan Guest Lecture ini dihadiri oleh dosen-dosen Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang, dosen-dosen Faculty of Educational Sciences and Technology (FEST) UTM, serta mahasiswa FEST UTM. Kehadiran sivitas akademika dari kedua institusi menjadikan kegiatan ini sebagai ruang pertukaran gagasan dan pengalaman akademik, khususnya dalam pengembangan inovasi pembelajaran sains yang relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.

Dalam pemaparannya, Dr. Mohammad Agus Prayitno memperkenalkan Team-based Science, Environment, Technology, Society, and Entrepreneurship (TSE) Model sebagai pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan sains, lingkungan, teknologi, masyarakat, dan kewirausahaan dalam aktivitas pembelajaran berbasis tim. Pendekatan tersebut menempatkan pembelajaran sains tidak hanya pada penguasaan konsep, tetapi juga pada kemampuan peserta didik dalam menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan permasalahan nyata di lingkungan dan masyarakat serta mengembangkan gagasan yang inovatif dan bernilai.

Model TSE juga diarahkan untuk mendukung penguatan kompetensi abad ke-21, terutama kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta pengembangan pola pikir kewirausahaan. Melalui pembelajaran berbasis tim, peserta didik didorong untuk terlibat aktif dalam mengidentifikasi persoalan, mengembangkan alternatif solusi, menggunakan sains dan teknologi secara kontekstual, serta mempertimbangkan aspek lingkungan dan sosial dalam pengambilan keputusan.

Guest lecture berlangsung sebagai ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik antara UIN Walisongo Semarang dan Universiti Teknologi Malaysia. Diskusi mengenai inovasi pembelajaran sains menjadi bagian penting dalam memperluas perspektif mengenai bagaimana pendidikan perlu merespons perkembangan teknologi, tantangan lingkungan, kebutuhan masyarakat, dan tuntutan kompetensi generasi masa depan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu bentuk nyata kerja sama internasional antara Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang dan Universiti Teknologi Malaysia. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat mobilitas dan pertukaran akademik antardosen, tetapi juga membuka peluang pengembangan kegiatan bersama dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, serta inovasi pembelajaran.

Melalui partisipasi dosen sebagai narasumber dalam forum akademik internasional, FST UIN Walisongo Semarang terus mendorong peningkatan rekognisi akademik sekaligus memperluas jejaring global. Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen fakultas dalam menghadirkan pendidikan sains dan teknologi yang inovatif, kolaboratif, responsif terhadap perkembangan global, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Humas
Pendidikan Kimia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts