0 Comments

Semarang — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Pendidikan Kimia UIN Walisongo Semarang di ajang kompetisi penelitian dan inovasi internasional. Tim mahasiswa lintas program studi berhasil meraih Gold Medal sekaligus peringkat pertama (Top 1) pada subtema Pendidikan dalam ajang 10th FAPERTA FAIR (Futuristics and Prestige Research, Technology, and Art).

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Faculty of Agro-Industry, Chiang Mai University, Thailand, dan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan berbagai gagasan inovatif di bidang penelitian, teknologi, pendidikan, serta seni.

Tim UIN Walisongo yang berhasil mengharumkan nama almamater tersebut terdiri atas Hanan Ahmadinejad dari Program Studi Pendidikan Kimia, Reihan Suryawan dari Program Studi Kimia, Chaerazzad Fikra dari Program Studi Teknik Lingkungan, dan Naysya Azkia Ningtyas dari Program Studi Pendidikan Kimia. Dalam kompetisi tersebut, tim mengusung paper berjudul: “VIRTULAR: AI AND AUGMENTED REALITY-BASED SMART VIRTUAL LABORATORY ECOSYSTEM FOR EQUITABLE SCIENCE EDUCATION AND SUSTAINABLE LEARNING.”

Karya tersebut menawarkan konsep laboratorium virtual cerdas berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Augmented Reality (AR) sebagai solusi inovatif untuk mendukung pembelajaran sains yang lebih merata, interaktif, dan berkelanjutan.

Melalui gagasan VIRTULAR, tim mengembangkan konsep ekosistem laboratorium virtual yang memungkinkan peserta didik memperoleh pengalaman pembelajaran praktikum dengan memanfaatkan teknologi digital. Pendekatan ini diarahkan untuk menjawab berbagai tantangan pembelajaran sains, terutama keterbatasan akses terhadap fasilitas laboratorium, kebutuhan pembelajaran yang lebih fleksibel, serta tuntutan integrasi teknologi dalam pendidikan.

Pemanfaatan AI dan Augmented Reality menjadi kekuatan utama inovasi tersebut. Teknologi AI dapat mendukung personalisasi pengalaman belajar, sementara AR memberikan pengalaman visual dan interaktif yang memungkinkan konsep-konsep sains dipelajari secara lebih kontekstual.

Gagasan tersebut sekaligus mempertemukan perspektif beberapa bidang keilmuan, yakni Pendidikan Kimia, Kimia, dan Teknik Lingkungan, sehingga menghasilkan pendekatan multidisipliner dalam menjawab persoalan pendidikan sains.

Raih Gold Medal dan Top 1 Subtema Pendidikan

Keberhasilan memperoleh Gold Medal dan Top 1 pada subtema Pendidikan menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa UIN Walisongo mampu bersaing dalam forum internasional. Prestasi tersebut juga menunjukkan bahwa pengembangan teknologi pendidikan tidak hanya menjadi ranah teknologi informasi, tetapi dapat dikembangkan melalui kolaborasi berbagai disiplin ilmu.

Kolaborasi lintas program studi yang dilakukan tim menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan VIRTULAR. Kompetensi pendidikan memberikan perspektif pedagogis, bidang kimia memperkuat aspek keilmuan sains, sedangkan teknik lingkungan memberikan perspektif keberlanjutan yang relevan dengan konsep pembelajaran berkelanjutan.

Prestasi pada 10th FAPERTA FAIR menjadi capaian penting bagi mahasiswa UIN Walisongo dalam memperluas kiprahnya di tingkat internasional. Selain membawa nama institusi, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kapasitas untuk menghasilkan gagasan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan masa depan.

Melalui VIRTULAR, tim tidak hanya menawarkan sebuah laboratorium virtual, tetapi juga membawa gagasan tentang pendidikan sains yang inklusif, adaptif, berbasis teknologi, dan berkelanjutan.

Keberhasilan Hanan, Reihan, Chaerazzad, dan Naysya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan inovasi, melakukan kolaborasi lintas disiplin, serta membawa gagasan dan karya akademik mahasiswa UIN Walisongo ke panggung internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts