0 Comments

Semarang, 3 Juli 2026 – Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyelenggarakan Pembekalan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) I dan PLP II Tahun Akademik 2026/2027 pada Jumat, 3 Juli 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti oleh 58 mahasiswa yang akan melaksanakan praktik pengalaman lapangan di berbagai sekolah mitra.

Pembekalan ini bertujuan untuk memberikan kesiapan akademik, profesional, dan mental kepada mahasiswa sebelum terjun langsung ke lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami peran dan tanggung jawab sebagai calon guru profesional, sekaligus mampu beradaptasi dengan budaya kerja di satuan pendidikan.

Ketua Program Studi Pendidikan Kimia, Teguh Wibowo, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan PLP merupakan tahap penting dalam pembentukan kompetensi calon pendidik. Oleh karena itu, mahasiswa harus mempersiapkan diri secara optimal agar mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Pengenalan Lapangan Persekolahan bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan kompetensi yang telah dipelajari selama perkuliahan. Kami berharap seluruh mahasiswa mempersiapkan diri dengan baik, menguasai dan menerapkan kompetensi guru secara profesional, menjaga nama baik UIN Walisongo khususnya Program Studi Pendidikan Kimia, serta memberikan kontribusi dan kinerja terbaik selama berada di sekolah mitra,” ujar Teguh Wibowo.

Beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan mahasiswa selama PLP tidak hanya diukur dari kemampuan mengajar, tetapi juga dari sikap, etika, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, serta kemampuan bekerja sama dengan guru pamong, peserta didik, dan seluruh warga sekolah.

Sebagai narasumber utama, Gatot Susilo, S.Pd., Guru SMA Semesta Semarang sekaligus alumni Program Studi Pendidikan Kimia UIN Walisongo Semarang, menyampaikan materi bertajuk “Building Professional Ukhuwah Environment.” Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa keberhasilan seorang guru tidak hanya ditentukan oleh kompetensi pedagogik dan penguasaan materi, tetapi juga oleh kemampuan membangun hubungan profesional yang sehat dengan seluruh warga sekolah.

Menurut Gatot Susilo, lingkungan kerja yang harmonis akan menjadi energi utama dalam membangun ekosistem sekolah yang produktif dan kondusif. Hubungan yang saling mendukung antarguru, tenaga kependidikan, dan peserta didik akan menciptakan suasana kerja yang positif sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Guru yang profesional bukan hanya mampu mengajar dengan baik, tetapi juga mampu membangun komunikasi, kolaborasi, dan ukhuwah yang positif di lingkungan sekolah. Ketika hubungan profesional terjalin dengan baik, tantangan pekerjaan akan lebih mudah dihadapi dan proses pembelajaran akan menjadi lebih bermakna,” jelas Gatot Susilo.

Ia juga membagikan berbagai pengalaman selama menjadi pendidik di SMA Semesta Semarang, termasuk pentingnya menjaga integritas, disiplin, adaptasi terhadap budaya sekolah, serta membangun kepercayaan dengan guru senior dan peserta didik. Sebagai alumni Pendidikan Kimia UIN Walisongo, ia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan PLP sebagai sarana belajar, bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sesi pembekalan secara antusias dengan berdiskusi mengenai tantangan yang mungkin dihadapi selama praktik di sekolah, etika profesi guru, strategi membangun komunikasi yang efektif, hingga pentingnya menjaga profesionalisme sebagai representasi institusi.

Melalui kegiatan pembekalan ini, Program Studi Pendidikan Kimia UIN Walisongo Semarang berharap seluruh peserta PLP I dan PLP II memiliki kesiapan yang lebih matang untuk menjalankan praktik di sekolah mitra. Pengalaman lapangan tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial mahasiswa sebagai bekal menjadi guru kimia yang kompeten, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.



Humas
Pendidikan Kimia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts